Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam

Bisnisonlinekita.net - Tahun Baru Islam merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Sama seperti perayaan hari baik lainnya yang terdapat dalam kalender Masehi bahwasannya semuanya tersaji dengan sejarah panjang yang mengiringinya. Begitupun dengan Tahun Baru Islam yang jatuh tepat pada tanggal 1 Muharam menurut kalender Islam ini juga hadir dengan sejarah penetapan Tahun Baru Islam yang panjang serta syarat akan makna.

Sejarah penetapan Tahun Baru Islam ini berdasar kepada kalender Hijriyah atau kalender Islam. Pasalnya kalender Hijriyah ini dijadikan pedoman seluruh umat muslim untuk menentukan tanggal, hari serta bulan-bulan besar nan mulia yang berkaitan dengan ibadah. Ternyata ada filosofi dan makna tersendiri atas penamaan kalender Islam ini sebagai kalender Hijriyah. Nah, bagaimanakah sejaran penetapan tahun baru Islam ini? Langsung saja simak ulasan berikut.
tahun baru islam


Sekilas Mengenai Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam

Menurut fakta yang beredar istilah Hijriyah pada penamaan bulan tersebut merupakan tanda bahwasannya pada tahun pertama dimulainya perhitungan kelender ini berada tepat pada tahun 622 Masehi silam. Dimana pada tahun tersebut terjadi peristiwa bersejarah mengenai hijrah-nya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju ke Madinna.
Baca: Hari Kemerdekaan RI

Bagi beberapa negara yang memiliki mayoritas penduduk beragam muslim memang menjadikan perhitungan kalender Islam ini sebagai acuan dalam menentukan sistem penanggalan sehari-hari. Perhitungan kalender Hijriah atau Islam ini sangat berbeda dengan Kalender Masehi yang mayoritas digunakan oleh masyarakat di beberapa negara.

Salah satu pembeda dari perhitungan antar kedua kalender ini terletak pada prinsip acuannya. Dimana kalender Islam merujuk pada peredaran bulan sebagai acuannya, sedangkan kalender Masehi menjadikan peredaran matahari sebagai acuan dan pedomannya dalam melakukan perhitungan.

Bukan hanya prinsip acuan perhitungan penanggalan saja yang berbeda, namun perhitungan penanggalan kalender Hijriyah dengan kalender Masehi juga memiliki perbedaan dalam aspek penentuan dimulainya sebuah hari dalam kalender. Umumnya sistem penentuan hari pergantian tanggal pada kalender Masehi akan berdasar pada waktu yang menunjukkan pukul 00.00 waktu setempat. Sedangkan acuan penentuan pergantian hari dan tanggal pada kalender Hijriyah ini berpedoman ketika dimulai terbenamnya matahari pada tempat tersebut.

Salah satu hal yang menjadi timbulnya perselisihan sekitar 11 hari antara kalender Hijriyah dengan kalender Masehi adalah dasar rata-rata siklus yang digunakan. Umumnya kalender Hijriyah berpacu berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar atau biasa disebut dengan Qomariyah. Dimana pada rata-rata tersebut menyebutkan ada 12 bulan dalam satu tahunnya.
Baca: Hari Raya Idul Fitri

Namun jikalau ditelaah berdasarkan sudut pandang perhitungan hari, perhitungan dengan menggunakan siklus sinodik atas penanggalan kalender Hijriyah ini hanya terhitung ada 354,36708 hari saja dalam satu tahunnya (12 bulan x 29,53059 hari). Sehingga hal tersebut membuat penanggalan Kalender Hijriyah lebih pendek 11 hari dibanding penanggalan yang digunakan oleh kalender Masehi.

Tetapi menurut fakta di lapangan menunjukkan bahwa siklus sinodik pada setiap bulan selalu berubah-ubah dan cenderung bervariasi. Hal ini disebabkan karena penentuan jumlah hari dalam satu bulan pada Kalender Hijriah ini sangat bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Biasanya setiap usia bulan yang mampu menginjak 30 hari ketika sesuai dengan terjadinya bulan baru atau new moon pada titik apooge.

Fenomena ini menunjukkan letak terjauh atas posisi bulan dan bumi yang terjadi pada saat yang bersamaan. Nantinya letak bumi akan berdekatan dengan posisi matahari atau disebut dengan perihelion. Sedangkan usia bulan yang hanya menginjak 29 hari biasanya sesuai dengan terjadinya bulan baru di perige. Dimana posisi bulan dan bumi saling berdekatan, sehingga nantinya bumi akan berada di titik paling jauh dari matahari atau aphelion.
Baca: Hari Raya Idul Adha

Sebenarnya penetapan kalender Hijriah ini sudah berkembang sejak zaman Khalifah Umar bin Khatab dengan merujuk peristiwa hijrah-nya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Dimana jumlah bulan serta jumlah hari berdasarkan bulannya berada pada kisaran 29 hingga 30 hari.

Nah itulah penjelasan mengenai sejarah penetapan Tahun Baru Islam yang dapat kami informasikan untuk Anda pada kesempatan kali ini. Semoga artikal ini bermanfaat bagi seluruh pembaca yang budiman, terima kasih.

Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam Reviewed by Bunda Lexi on March 31, 2019 Rating: 5

No comments:

Komentar di moderasi, silahkan login menggunakan account Google anda untuk berkomentar, komentar dari user unknown tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Powered by Blogger.