Sejarah dan Makna Hari Raya Idul Adha

Bisnisonlinekita.net - Selain Hari Raya Idul Fitri, Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW juga menetapkan Hari Raya Idul Adha sebagai hari yang baik dan penuh dengan kemuliaan. Tak heran jikalau seluruh umat Islam di penjuru dunia menyambutnya dengan penuh sukacita. Menurut kalender Islam Hari Raya Idul Adha ini jatuh pada tangal 10 bulan Dzulhijjah atau tepat 70 hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Lalu biasanya akan berakhir pada tanggal 13 Dhulhijjah.
Hari Raya Idul Adha


Sama seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri, hari baik kedua yang dirayakan oleh seluruh umat muslim di dunia ini juga sarat akan sejarah dan makna Hari Raya Idul Adha yang mendalam. Oleh karenanya, tak ada salahnya ketika sebelum ikut merayakan hari baik kedua umat muslim ini ketahui terlebih dahulu akan sejarah serta makna yang tersaji dalam perayaan Hari Raya Idul Adha. Nah, pengen tahu mengenai sejarah dan makna perayaan Hari Raya Idul Adha? Simak berikut ini.

Sejarah Asal Muasal Perayaan Idul Adha

Perayaan Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya islam yang diperingati dengan menyembelih hewan Qurban. Tentunya peristiwa ini sangat mengingatkan seluruh umat muslim pada kisah Nabi Ibrahim dengan istrinya Siti Hajar yang mendapatkan wahyu dari Allah untuk menempatkan istri dan putranya yang masih bayi ke lembah yang gersang, tandus dan tidak berpenghuni tepatnya disebelah utara Palestina. Baca: Hari Raya Idul Fitri

Pada saat itu Siti Hajar kehabisan air minum sampai tidak bisa menyusui anaknya, hingga pada akhirnya beliau lari-lari keci dari bukit Sofa ke Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari sumber mata air. Melalui mandat dari Allah SWT akhirnya malaikat Jibril membuat sumber mata air Zam-zam.

Nah singkat singkat cerita kini kota yang dulunya gersang tersebut berubah menjadi makmur dengan persediaan air yang melimpah dan membuat banyak orang dari pelosok mengunjungi lembah tersebut untuk mencari air. Hingga pada akhirnya banyak orang yang menyebut lembah itu sebagai Mekah.

Namun dibalik kemakmuran yang tumbuh di lembah tersebut, Allah SWT menguji tingkat ketaqwaan nabi Ibrahim melalui mimpi untuk menyembelih putra semata wayangnya yang kala itu baru berusia 7 tahun. Singkatnya akhirnya Allah SWT mengganti sembelihannya dengan seekor domba sebagai penganti putranya untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha.

Hari baik kedua umat islam yang juga disebut sebagai Hari Raya Haji ini biasanya diawali dengan sholat ied seperti layaknya Hari Raya Idul Fitri di masjid atau di lapangan-lapangan. Setelah itu barulah melaksanakan penyembelihan hewan Qurban sebagimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih hewan domba sebagai pengganti putranya.

Bagi umat muslim menjalankan ibadah puasa ketika melaksanakan perayaan Hari Raya Idul Adha serta hari-hari Tasyrik lainnya sangat diharamkan dan tidak dianjurkan untuk dilaksanakan. Idul Adha juga merupakan puncak haji bagi umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, oleh karenannya perayaan Hari Raya Idul Adha ini juga disebut dengan Lebaran Haji

Biasanya puncak perayaan lebaran Haji ini akan diadakan di sebuah desa yang terletak di Mekah bernama Mina. Di desa tersebut terdapat tiga buah tiang batu yang melambangkan iblis dan seluruh umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji diwajibkan untuk melemparinya dengan batu.

Makna Perayaan Hari Idul Adha

Selain mengandung akan sejarah ternyata makna yang terkandung dalam perayaan hari baik kedua umat islam yang sering disebut sebagai Hari Raya Idul Qurban atau Idul Adha ini ternyata juga memiliki arti yang sangat mendalam bagi seluruh umat muslim.
Baca: Hari Lahir Pancasila

Ada beberapa makna dalam perayaan Hari Raya Idul Adha ini diantaranya adalah sebagai pengingat kisah Nabi Ibrahim yang saat itu bermimpi menyembelih putra semata wayangnya bernama Ismail yang saat itu masih berusia 7 tahun untuk mengikuti seluruh perintah Allah yang pada akhirnya Allah SWT mengganti putranya dengan seekor domba.

Selain itu perayaan lebaran Haji ini juga sebagai tanda puncak perayaan ritul ibadah haji di Mekah. Terlepas dari itu semua, Qurban juga mengandung makna penghapusan dosa-dosa yang telah kita lakukan sebelumnya sama seperti menetesnya darah hewan qurban.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah dan makna Hari Raya Idul Adha yang dapat kami informasikan untuk Anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda dalam menambah ilmu pengetahuan akan agama. Terima kasih.

0 Response to "Sejarah dan Makna Hari Raya Idul Adha"

Post a Comment

Komentar di moderasi, silahkan login menggunakan account Google anda untuk berkomentar, komentar dari user unknown tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan ditengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel