11 Fakta Unik dan Seru Seputar Sepeda

Siapa di antara Anda yang suka naik sepeda? Sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi. Selain itu dengan mengendarai sepeda, maka tubuh menjadi sehat karena racun akan keluar bersama dengan keringat. Bagi Anda yang suka bersepeda, yuk simak fakta unik dan seru seputar sepeda yang wajib Anda ketahui.
sepeda

Inilah Fakta Unik dan Seru Sepeda yang Perlu Anda Tahu


Tahukah Anda bahwa sepeda yang kita kenal sekarang ini ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Mulai dari bentuknya yang sederhana, beroda tiga hingga sepeda modern dengan berbagai tipe dan variasi yang kita kenal sekarang. Semua itu tidak lepas dari kreativitas dan inovasi yang dikembangkan oleh para ahli ari berbagai bidang yang saling melengkapi satu sama lain.

Pada saat Anda bersepeda, pernahkah timbul suatu pertanyaan mengenai siapa yang mempunyai ide cemerlang untuk menciptakan kendaraan beroda dua ini? Tentunya dengan adanya sepeda pada saat ini merupakan hasil dari kreativitas seseorang yang patut untuk diapresiasi.

Berikut merupakan fakta unik dan seru seputar sepeda:

1. Nenek Moyang Sepeda Berasal dari Perancis

Menurut Ensiklopedia Columbia, diperkirakan bahwa nenek moyang sepeda berasal dari negara Perancis. Catatan sejarah menyatakan bahwa negeri ini telah mengenal sepeda sejak awal abad ke-18. Masyarakat di sana menyebutnya dengan velocipede.

2. Penemu Sepeda Bukan dari Perancis

Walaupun sepeda ada pertama kali di Perancis, akan tetapi berbagai sumber dan catatan sejarah menyebutkan bahwa orang yang mempunyai ide pembuatan sepeda ini bukan dari negara Perancis, melainkan dari Jerman. Ia adalah Baron Karls Drais von Sauerbronn atau yang lebih dikenal dengan Karls Drais.

Pada tahun 1818, Karls Drais menciptakan sepeda sebagai alat transportasi. Ia berprofesi sebagai kepala pengawas hutan, sehingga untuk menunjang tugasnya, ia membutuhkan alat transportasi dengan mobilitas yang tinggi. Ia menyebut kendaraannya ini dengan nama draisienne.

3. Penyempurnaan Sepeda

Pada mulanya, sepeda yang diciptakan oleh Karls Drais adalah sepeda beroda tiga tanpa pedal. Setelah itu, Kirkpatrick Mac Millan, seorang pandai besi asal Skotlandia menyempurnakan sepeda dengan membuat pedal sebagai alat untuk mengayuh sepeda.

Pada tahun 1965 seorang ahli Perancis lainnya, Pierre Lallement, menyempurnakan sepeda dengan menambahkan lingkaran besi pada bagian roda. Saat ini kita kenal lingkaran besi ini dengan istilah pelek atau velg. Selain itu, Pierre Lallement juga memperkenalkan model sepeda dengan ban belakang lebih kecil dari pada ban depan.

4. Pabrik Sepeda Pertama di dunia

Sudah tahukah Anda, di mana pertama kali pabrik sepeda di dirikan? Pabrik sepeda didirikan oleh James Starley, di Inggris yakni pada tahun 1870. Sepeda yang di produksi oleh pabrik di negara Inggris ini disebut dengan nama “High Wheel Bicycle” karena bagian roda depan sepeda ini memiliki ukuran yang sangat besar, sedangkan roda belakangnya memiliki ukuran yang kecil.

Setelah produksi sepeda dipasarkan di eropa, orang-orang yang berpostur kecil dan para wanita mengeluhkan adanya kekurangan dari model sepeda ini. Mereka merasa kesulitan saat akan mengendarainya. Menyikapi hal tersebut, keponakan James Starley yang bernama John Kemp Starley mencoba untuk melakukan perubahan pada tahun 1886. Ia kemudian mengganti ukuran roda bagian depan dan belakang menjadi sama besar. John Kemp Starley juga menemukan rantai yang digunakan sebagai alat bantu gerak roda belakang. Dengan begitu, maka kecepatan luncur sepeda pun semakin cepat.

Tahun 1855, Ernest Michaux, seorang pandai besi berkebangsaan Perancis menemukan alat pemberat engkol. Alat ini bermanfaat untuk menjaga agar gerak sepeda menjadi lebih stabil.

5. Penemuan Ban Isi Angin Pada Tahun 1888

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika sepeda yang dikendarai tidak memiliki ban? Tentunya sangat aneh, bukan? Pada tahun 1888, John Boyd Dunlop menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi angin. Penemuan ini sangat bermanfaat bagi alat transportasi lain, seperti untuk ban sepeda motor.

6. Penggunaan Sepeda Onthel di Indonesia

Sepeda ontel pada tahun 1910an digunakan oleh tukang pos di daerah Sawah Besar (Weltevreden), Jakarta. Perkembangan alat transportasi beroda dua yang ramah lingkungan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Pada tahun 1930an, sepeda jenis onthel digunakan oleh gadis-gadis di Jakarta. Kemudian secara perlahan pada tahun 1970an sepeda ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan dibanding dengan perkotaan. Namun karena usia dan kelangkaannya, sepeda onthel saat ini telah berubah menjadi barang antik dan unik.

Mulai dari tahun 2000-an sepeda onthel diburu kembali oleh semua kalangan karena keantikannya. Bahkan saat ini juga ada komunitas-komunitas pecinta sepeda tua yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini di Kota Tua Jakarta Utara, sepeda ontel masih digunakan oleh ojek sepeda dan sebagai wahana sewa untuk wisatawan yang berkunjung.

Pada tahun 1970-an keberadaan sepeda onthel atau sepeda unta ini mulai digeser oleh sepeda jengki. Sepeda ini memiliki ukuran yang lebih baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya. Sepeda ini juga tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. pada saat itu sepeda jengki yang cukup populer adalah merek Phoenix buatan China. Selanjutnya, pada tahun 1980-an sepeda ini juga mulai tergeser oleh sepeda MTB.

7. Karls Drais Dianugerahi Gelar Duke

Karls Drais melakukan perjalanan pertamanya menggunakan sepeda yakni pada 12 Juni 1817. Ia mengendarai dari Mannheim ke Schwetzinger Relaishaus. Pada tahun yang sama, Ia melanjutkan perjalanan keduanya menggunakan sepeda dari Gernsbach ke Baden. Dengan kendaraan sepedanya itu, Karl Drais diketahui mampu melaju lebih cepat.

Berkat ide cemerlangnya ini, pada tanggal 12 Januari 1818 Karls Drais dianugerahi gelar duke. Selain itu, ia juga ditunjuk sebagai profesor mekanika. Ketika sudah pensiun, Karl Drais tetap menerima gaji dari layanan sipil sebagai bentuk imbalan terhadap jasanya sebagai penemu sepeda.

8. Jenis-jenis Sepeda

Sebagai penggemar sepeda, sudah tahukah Anda ada berapa jenis-jenis sepeda? Seiring berjalannya waktu, sepeda juga mengalami perkembangan baik dari segi ukuran maupun model. Sepeda onthel atau sepeda unta, terbuat dari besi dan menjadi salah satu sepeda antik buatan Belanda.

Ciri khas dari sepeda unta ini adalah terdapat rumah rantai yang tertutup dengan gigi yang tidak bisa diubah. Selain itu biasanya sepeda ini memiliki dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu dan dilengkapi dengan rem drum atau rem tromol. Sepeda antik yang lainnya adalah sepeda jengki. Sepeda ini merupakan produk buatan Amerika Serikat yang muncul pada tahun 1960an.

Apakah Anda suka dengan balap sepeda? Di Indonesia sebenarnya juga telah lama mengenal sepeda balap. Sebelum perang dunia II, telah ada beberapa pembalap sepeda profesional Indonesia yang dibiayai oleh beberapa perusahaan seperti Mansonia, Triumph, dan Hima untuk melakukan balap sepeda. Namun kegiatan ini sempat terhenti pada masa penjajahan Jepang, kemudian setelah masa proklamasi, balap sepeda kembali dilakukan lagi.

Ada juga sepeda gunung yang dirancang untuk melalui medan berat sehingga memiliki rangka yang cukup kuat. Sepeda gunung merupakan sepeda modern yang muncul pada tahun 1980an di Indonesia. Namun sebenarnya sepeda ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh Joe Breeze , Gary Fisher, dan tim lainnya.

Selain itu, saat ini di Indonesia juga telah mengenal beberapa sepeda yang populer seperti BMX dan sepeda lipat. Sepeda BMX disukai oleh anak muda di Indonesia karena sepeda ini bisa digunakan untuk melakukan atraksi dan memacu adrenalin.

9. Berkeliling Dunia Menggunakan Sepeda

Pernahkah Anda membayangkan untuk berkeliling kota atau bahkan berkeliling dunia menggunakan sepeda? Annie Londonderry merupakan seseorang yang pernah mengelilingi dunia menggunakan sepeda. Ia terlahir dengan nama Annie Cohen Kopchovsky di sebuah negara Eropa, Latvia. Namun ia melakukan imigrasi ke Amerika Serikat bersama orang tuanya saat masih kecil.

Pada bulan Juni 1894, Londonderry melakukan perjalanan pertamanya dengan bersepeda berkeliling dunia. Ia mengawali perjalanannya dari Boston, Amerika Serikat. Kemudian ia berkeliling negara dengan mengunjungi banyak kota seperti Albany, Buffalo, Rochester, Cleveland, hingga Chicago. Ia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapai Chicago. Pada akhirnya, ia berbalik ke pantai timur dan menuju New York.

Dari sana, ia melanjutkan perjalanan menuju ke Perancis dengan menunggangi kapal. Pada bulan November 1894, ia telah sampai di Perancis, lalu melanjutkan perjalanannya ke Mesir, Jerusalem, Yaman, Sri Lanka, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Rusia, hingga Jepang. Ia mengakhiri perjalanannya dengan kembali ke Boston pada September 1895.

Menariknya, ternyata perjalanan yang dilakukannya tersebut adalah karena taruhan dengan dua orang pria. Ia ditantang oleh dua orang pria tersebut untuk keliling dunia menggunakan sepeda dan akan mendapatkan uang ribuan dollar setelah berhasil.

Pesepeda yang mengelilingi dunia yang berikutnya adalah Fred a, Birchmore. Ia mengelilingi dunia pada saat berusia 25 tahun. Pada tahun 1935 Ia bersepeda melewati Eropa, Amerika, dan Asia, 40.233,6 km dari 64.373,46 km. Kemudian sisanya ia tempuh menggunakan perahu. Sepanjang perjalanannya ia mengganti ban selama 7 kali.

10. Bersepeda Akan Mengurangi 1 Pound CO2

Tahukah Anda bahwa setiap mil kayuhan sepeda bisa mengurangi gas CO2 sebanyak satu pound. Tentunya hal ini sangat bermanfaat, karena gas ini akan mengakibatkan efek rumah kaca pemicu pemanasan global pada kurun waktu yang dekat.

11. Produk Sepeda Buatan Barat Tidak Boleh Masuk Indonesia

Presiden Soekarno sempat melarang masuknya segala produk buatan Barat, termasuk sepeda. Hal tersebut dikarenakan oleh munculnya produk sepeda jengki yang dibuat oleh Amerika Serikat. Istilah “jengki” tersebut berasal dari kata “yankee”. Istilah ini hanya diperuntukkan bagi orang Amerika dan muncul pada tahun 1960an ketika Amerika dapat menginvasi indocina. Saat itulah orang-orang Amerika beserta dengan produk sepedanya membawakan ciri fisik, perilaku, pemikiran, dan tampilan baru kepada orang Asia.

Akibatnya, sepeda buatan Belanda dan Eropa Barat tidak bisa lagi masuk ke Indonesia. Sebagai gantinya, pasar sepeda diramaikan dengan sepeda buatan Tiongkok yang memiliki bentuk dan ukuran baru seperti merek Butterfly dan Phoenix. Produk buatan China ini lebih ringan dan cocok dikendarai oleh orang Indonesia. Sepeda keluaran China ini kemudian juga sering disebut dengan sepeda jengki.

Sebelas fakta unik dan seru seputar sepeda di atas wajib Anda ketahui jika Anda adalah pesepeda sejati. Semoga fakta-fakta seputar sepeda di atas bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk selalu berburu hal yang positif dan hidup sehat.

0 Response to "11 Fakta Unik dan Seru Seputar Sepeda"

Post a Comment

Komentar di moderasi, silahkan login menggunakan account Google anda untuk berkomentar, komentar dari user unknown tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan ditengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel