Studi Kasus 1: Website Iklan Bahasa Inggris, Ngiklan Gratis Tanpa Perlu Daftar

Masa Jaya tahun 2010
Traffic sehari 1000-3000 kebanyakan dari US
Penghasilan tertinggi harian $60
Penghasilan tertinggi bulanan USD 2700 sebulan gabungan dari adsense dan Amazon
Niche: Free Advertising
Platform: Wordpress
Domain: Register baru di namecheap
Hosting: Hostgator shared hosting terkakhir pindah VPS tapi malah jadi turun trafficnya.
Sumber content: User generated content, user mengisi berbagai macam iklan di website.
Jumlah artikel: Ribuan dan bertambah dengan sangat banyak setiap harinya (ratusan).

Ini pengalaman saya di tahun 2010 memiliki website dengan penghasilan lumayan besar bagi saya saat itu, sayangnya sampai saat ini saya belum bisa lagi mencapai penghasilan sebessar itu lagi.

Screenshot website dibawah ini diambil menggunakan data dari web.archive.org karena saat ini saya sudah tidak lagi memiliki website tersebut, sudah tidak diperpanjang karena berbagai hal.

free advertising website


Mengelola website advertising yang tidak diperlukan pendaftaran untuk membuat iklan ada beberapa suka dukanya.

Sukanya:

Saya tidak pusing-pusing memikirkan isi dari website ini karena user yang mengisinya dengan menuliskan iklan mereka.

Dukanya:

Saat website sudah semakin terkenal maka ada ratusan iklan yang harus dimoderasi setiap harinya. Meskipun saya sudah melakukan filtering di form pengisian iklan tetap saya banyak iklan sebagai berikut:
1. Memfilter kata kata yang tidak diinginkan di form pengisian dan ini cukup berhasil.
Pada form tersebut juga diharuskan minimal 500 untuk iklan.
2. Banyak orang yang kreatif dengan meng-copykan paragraf yang sama sehingga sampai 500 kata (duhh...)
3. Banyak orang yang memposting iklan yang sama berulang-ulang, sehingga menurunkan kualitas website. Ini biasanya dilakukan oleh orang yang mempromosikan link affilite mereka, sehingga sales copy nya sama semua.

Awal kebangkitan dan kehancuran traffic:

Ada seorang Thailand yang meng email saya meminta izin untuk memposting sehari minimal 300 posting di website saya. Isi posting nya ialah iklan produk produk Amazon dan tentunya link nya berisi link affiliate Amazon nya. Saya mengizinkan nya. Beberapa minggu setelah itu traffic mulai naik secara signifikan. Sehingga otomatis penghasilan dia dari Amazon juga meningkat.

Demikian juga penghasilan adsense saya meningkat hingga paling top $60 sehari. Oya saya juga mendaptakan penghasilan dari Amazon melalui widget Amazon yang saya pasang di sidebar.

Setelah sekitar berjalan 3 bulan saya khawatir server shared di hostgator tidak kuat sehingga saya memutuskan untuk menggantinya dengan VPS.

Baca: Membuat website yang benar

Setelah ganti VPS traffic malahan menjadi turun. Ini dikarenakan IP address servernya berubah dan Google melalukan re-indexing sepertinya. Saat itu saya cukup khawatir karena langganan VPS sebulan 750 ribu tetapi traffic menurun.

Seharusnya saya membiarkan di shared hosting sampai ada teguran dari Hostgator, sambil membuat website kedua sebagai cadangan.

Masalah kedua tiba tiba saya mendapatkan email dari Google yang menghentiakn iklan di website saya, ini dikarenakan ada beberapa halaman yang mempromosikan produk Amazon untuk Dhewasaa. Sebetulnya saya tahu hal itu tetapi saya biarkan karena saya anggap Adsense dan Amazon berteman, tetapi tidak seperti itu kenyatan nya.

Baca: Membuat tabel responsive di blogspot

Ironi memang orang Thailand itu yang meningkatkan traffic dan menigkatkan penghasilan dan sekaligus menghilangkan penghasilan.Jadi iklan adsense di website itu tidak muncul karena dia memposting hal yang dianggap melanggar ToS nya Amazon.

Dengan 2 kejadian bertubi tubi itu maka otomatis penghasilan saya kembali ke nol.

Saya sangat terpukul dengan kejadian itu dan akhirnya kembali menekuni perkerjaan saya sebagai staff IT di perusahaan Garment, sampai akhirnya website itu saya biarkan expired.

Jika kejadian itu menimpa saya saat ini mungkin saya akan menghapus konten konten yang berkualitas rendah dan tetap mengisinya dengan yang baik sehinga traffic akan kembali normal.

Semoga dengan kisah saya ini anda bisa lebih berhati-hati dan mengambil pelajaran nya.

Studi Kasus 1: Website Iklan Bahasa Inggris, Ngiklan Gratis Tanpa Perlu Daftar Studi Kasus 1: Website Iklan Bahasa Inggris, Ngiklan Gratis Tanpa Perlu Daftar Reviewed by Yunar Winardi on March 25, 2019 Rating: 5

No comments:

Komentar di moderasi, silahkan login menggunakan account Google anda untuk berkomentar, komentar dari user unknown tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Powered by Blogger.