Mengenang Perjuangan Dan Sejarah Martha Christiana Tiahahu Yang Mati Muda Demi Melawan Penjajah

Menjadi salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia, Martha Christiana Tiahahu adalah seorang gadis tegas dan pemberani. Keberaniannya melawan penjajah Belanda memang patut diacungi jempol. Tidak hanya berdiri menunggu, Martha Christiana Tiahahu bahkan ikut berperang secara langsung melawan Belanda. Bagaimana asal mula keberanian gadis tangguh ini? Berikut kisahnya.
Martha Christiana Tiahahu


Gadis Pemberani Yang Berjiwa Kuat

Martha Christiana Tiahahu merupakan putri seorang kapitan bernama Thomas Tiahahu. Beliau lahir di daerah Nusalaut Maluku. Beliau lahir pada tanggal 4 januari 1800 di desa Abubu, Pulau Nusalaut. Beliau meninggal di usia yang sangat muda yaitu 18 tahun.

Bersama ayahnya, Martha Christiana Tiahahu mengangkat senjata dan berperang melawan penjajah Belanda. Pada saat itu, kapitan Pattimura sedang berperang di daerah Saparua. Pertempuran ini meluas hingga ke daerah Nusalaut. Peperangan di Nusalaut dipimpin oleh ayah Martha Christiana Tiahahu.

Martha Christiana Tiahahu merupakan gadis yang penyayang. Beliau sangat menyayangi ayahnya. Melihat ayahnya bergerak maju melawan penjajah, jiwa nasionalismenya pun bangkit dan memberanikan diri untuk ikut berperang. Martha Christiana Tiahahu tidak hanya tinggal diam. Beliau bahkan ikut turun tangan membantu pembangunan benteng-benteng pertahanan. Di malam hari, Martha Christiana Tiahahu bergerilya mempengaruhi para wanita agar juga turut ikut berperang.

Pasukan Belanda sungguh kewalahan menghadapi peperangan melawan Martha Christiana Tiahahu dan ayahnya. Terlebih lagi banyak kaum perempuan yang juga ikut berperang karena hasil provokasi yang dilakukan oleh Martha Christiana Tiahahu. Dengan rambut panjang yang terurai ke belakang bahu, Martha Christiana Tiahahu menyingsingkan lengan baju dan gagah berani berhadapan langsung dengan penjajah Belanda.

Wafatnya Martha Christiana Tiahahu

Pertempuran yang cukup sengit terjadi di wilayah desa Ouw – Ullath Jasirah tenggara pulau Saparua. Pasukan Martha Christiana Tiahahu dan ayahnya hanya berbekar senjata dengan amunisi yang terbatas. Pasukan Belanda datang dengan peralatan tempur lengkap dan memberangus dan meratakan desa dengan tanah. Pasukan Martha Christiana Tiahahu dan ayahnya mundur ke hutan untuk mencari perlindungan.

Karena persenjataan yang tidak seimbang, tipu muslihat Belanda dan pengkhianatan, beberapa tokoh pemberontakan berhasil di tangkap dan dijatuhi hukuman mati termasuk ayah Martha Christiana Tiahahu. Mendengar berita bahwa ayahnya akan dihukum mati, Martha Christiana Tiahahu merasa terpukul. Pada suatu kesempatan, beliau pergi menemui pimpinan Belanda untuk memintakan ampunan bagi sang ayah. Namun permohonannya ditolak.

Sepeninggal ayahnya, Martha Christiana Tiahahu masih sempat meneruskan perjuangan gerilya namun rupanya jiwanya sudah amat sangat terpukul. Sempat beliau seperti orang yang kehilangan akal dan berjalan ke dalam hutan. Dalam suatu operasi pembersihan yang dilakukan tentara Belanda, Martha Christiana Tiahahu tertangkap bersama beberapa kawan seperjuangan lainnya. Beliau kemudian diasingkan ke pulau Jawa dan meninggal di kapal Eversten karena menolak makan dan pengobatan pada tanggal 2 januari 1818.

Martha Christiana Tiahahu adalah salah satu sosok wanita yang kuat dan pemberani. Kemampuannya memprovokasi kaum wanita lain agar juga ikut berperang menunjukkan bahwa beliau orang yang cakap dalam berkomunikasi dan berpengaruh. Berperang membutuhkan keberanian luar biasa yang tidak bisa dilakukan dengan main-main karena mempertaruhkan nyawa. Namun keinginannya terlepas dari penjajahan dan penindasan bangsa Belanda lebih kuat dari pada rasa sakit yang mungkin dialami ketika berperang.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beruntung karena memiliki orang-orang tangguh seperti Martha Christiana Tiahahu yang rela bertaruh nyawa demi kebebasan dan kungkungan Belanda. Jika melihat dari perjuangan singkat namun heroik yang dilakukan oleh Martha Christiana Tiahahu, apakah kita sendiri sudah berjuang dan mengisi kemerdekaan ini? Jangan sampai tumpahan darah Martha Christiana Tiahahu dan semua pahlawan lainnya menjadi sia-sia karena bangsa Indonesia ini tidak memanfaatkan kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.

0 Response to "Mengenang Perjuangan Dan Sejarah Martha Christiana Tiahahu Yang Mati Muda Demi Melawan Penjajah"

Post a Comment

Komentar di moderasi, silahkan login menggunakan account Google anda untuk berkomentar, komentar dari user unknown tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan ditengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel