Kisah Mark Zuckerberg, Sebuah Pelajaran Tentang Mimpi Dan Kesederhanaan

Ibarat seorang Penyanyi yang tiba-tiba populer karena lagunya, Mark Zuckerberg pun mendadak terkenal oleh buah tangan dan pemikiran cerdasnya yaitu Facebook. Saat ini, hampir semua orang mengenal dan mempergunakan situs jejaring sosial yang satu ini. Awalnya berupa web yang diluncurkan pada tahun 2004 ini pun masih berada di tangga teratas sebagai sosial media yang dipergunakan netizen. Siapakah Mark Zuckerberg ini? Apa dan bagaimana sosok dirinya sebagai seorang pribadi hingga menjadi seterkenal ini?
mark zuckerberg
news.harvard.edu


Biografi Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg lahir pada tanggal 14 Mei 1984. Nama lengkapnya adalah Mark Zuckerberg. Ia adalah seorang CEO sekaligus pendiri situs jejaring sosial yang bernama Facebook. Mark Zuckerberg lahir dari seorang ayah yang bernama Edward Zukerberg, seorang dokter gigi dan ibu yang bernama Karen Zuckerberg, seorang psikiater. Mark Zuckerberg memiliki tiga orang saudara yang bernama Randi, Donna dan Arielle. Mark Zuckerberg dibesarkan dengan penuh cinta dari orang tuanya di Dobbs Ferry, New York.

Mark Zuckerberg menikah dengan Priscilla Chan pada tanggal 19 Mei 2012 dan kini mereka telah dikaruniai dua orang anak yang salah satunya bernama Maxima Chan Zuckerberg. Mark Zuckerberg merupakan anak yang telah menunjukkan kecerdasannya sejak kecil. Ia bahkan menguasai beberapa ilmu di bidang sains dan pernah mendapatkan penghargaan seperti fiksi, astronomi dan matematika.

Kecintaannya pada dunia teknologi telah ditunjukkan sejak berusia 11 tahun dimana ia telah mampu menguasai bahasa pemrograman basic. Dalam hal ini, ia telah lebih dari cukup untuk dikatakan mampu menulis kode-kode program. Pada usia 12 tahun, Mark Zuckerberg bahkan mampu membuat sebuah program bernama ZuckNet. Ia belajar menggunakan Atari Basic untuk membuat sebuah program yang dengan dasar messenger. Ayahnya menggunakan program Atari ini di kantor dokter giginya untuk memudahkan komunikasi antara dia dan perawat apabila ada seorang pasien yang tiba.

Kemampuan dan minat Mark Zuckerberg terhadap dunia teknologi terutama pemrograman semakin membuatnya terkenal oleh karya atau hasil pemrogramannya seperti media player Synapse. Banyak orang dan perusahaan yang melihat bakat dan kemampuan Mark Zuckerberg, oleh karenanya mereka mencoba membujuk agar Mark bersedia menjadi karyawan. Namun hal ini ditolak secara halus. Mark Zuckerberg memiliki visi dan misi sendiri yang akan ia perjuangkan di masa depan.

Mark Zuckerberg pernah bersekolah di Phillips Exeter Academy, yaitu sebuah sekolah tinggi swasta di New Hampshire dan lulus pada tahun 2002. Kemudian ia melanjutkan ke Universitas Harvard mengambil jurusan Psikologi. Mark Zuckerberg tergabung dalam sebuah organisasi pemuda yahudi yang bernama Alpha Epsilon Pi. Di sinilah awalnya Mark Zuckerberg mulai mengembangkan Facebook.

Awal Mula Facebook

Berawal dari keinginan salah seorang temannya di Harvard yang bernama Divya Narendra, Mark Zuckerberg mencoba untuk membuat sebuah program yang bisa menghubungkan dia dan seluruh teman kuliahnya. Hal ini dilakukan karena melihat kondisi sosial antara mereka yang masih kaku dan belum bisa akrab sepenuhnya. Program ini diharapkan agar mereka bisa saling mengetahui profil dan informasi pribadi masing-masing, dengan begitu akan terjalin komunikasi dan kedekatan akan terbangun secara otomatis.

Pada 4 februari 2004, Mark Zuckerberg meluncurkan TheFacebook.com. Program ini awalnya hanya dipergunakan untuk teman sekelasnya, oleh karena itu alamat emailnya menggunakan alamat email Harvard. Program ini bertujuan untuk media sosialisasi dan komunikasi yang memungkinkan untuk penggunanya memasang foto profil dan menambahkan beberapa informasi pribadi. Namun siapa sangka, program ini meluas dan diminati oleh banyak orang bahkan dari luar sekolahnya.

Mark Zuckerberg memutuskan untuk membawa TheFacebook keluar dan lebih meluas lagi. Ia mencoba mendaftarkan program ini di beberapa sekolahan lain seperti di Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale. Respon yang didapatkan cukup menggembirakan. Banyak sekali yang ternyata cukup berminat dengan program dari Mark Zuckerberg ini. Mereka beranggapan bahwa program yang satu ini cukup unik dan bermanfaat.

Karena kesibukannya mengurus Facebook, Mark Zuckerberg mulai menelantarkan kuliahnya. Ia beranggapan bahwa Facebook akan lebih menjanjikan karena telah berkembang dengan begitu besar. Di samping itu, Facebook juga merupakan passion yang tidak bisa ia lepaskan. Demi mendalami dan fokus terhadap pengembangan Facebook, Mark Zuckerberg pindah ke kota Palo Alto Califronia bersama beberapa orang temannya.

Di Palo Alto, Mark Zuckerberg dan kawan-kawannya mengontrak sebuah rumah dan mendirikan kantor Facebook. Mereka mendapatkan investasi untuk Facebook dari seseorang yang bernama Peter Thiel yang ditemui ketika musim panas. Facebook semakin meningkat dan mengalami masa-masa gemilang atau kejayaan.

Beberapa perusahaan besar berusaha untuk membeli Facebook namun tetap dengan segala kerendahan hati Mark Zuckerberg menolaknya. Perusahaan besar yang ingin mengakuisisi Facebook adalah Friendster, Google, Myspace, Viacom, NBC, Yahoo, AOL dan termasuk Microsoft. Kesemua dari mereka mencoba membeli Facebook karena melihat masa depan yang cerah dari program ini.

Facebook semakin hari semakin mengibarkan sayapnya. Dengan berbagai inovasi dan peningkatan fitur, Facebook menjadi salah satu program atau jejaring media sosial yang meluas bahkan hingga ke seluruh dunia. Kegigihan dan kebulatan tekad Mark Zuckerberg untuk tidak tergiur dan menjual Facebook ternyata membuahkan hasil. Hal ini terbukti dengan melejitnya pengguna Facebook hingga kini.

Bahkan saat ini, Facebook mampu untuk mengakuisisi perusahaan lain yang memiliki basis serupa yaitu di bidang jejaring sosial. Diantaranya yaitu Whatsapp, Instagram, Onavo, Atlas dan Face.com. Kepiawaian Mark Zuckerberg tidak hanya pada bidang pemrograman tapi dia juga termasuk pemimpin perusahaan yang handal dan berpikiran luas.

Tentang Mark Zuckerberg

Berikut ini beberapa fakta tentang Mark Zuckerberg yang juga perlu Anda ketahui yaitu:

1. Menjadi Milyarder di usia yang masih cukup muda

Dengan keberhasilannya membawa Facebook hingga ke seluruh dunia, tidak dipungkiri bahwa pria yang satu ini sukses menjadi seorang miliarder meskipun usianya masih terbilang cukup muda yaitu 34 tahun. Sebuah majalah kelas dunia bahkan menyebutkan kekayaan Mark Zuckerberg hingga mencapai Rp 1.1 Triliun. Sungguh nilai yang cukup fantastis bagi orang yang memulainya dari titik nol.

2. Menjadi Mahasiswa Drop Out Yang Berjaya

Mark Zuckerberg membuktikan bahwa kejayaan tidak selalu datang dari pendidikan yang tinggi. Meskipun ia sempat Drop Out dari kampus kenamaan Harvard University, tidak menutup kemungkinan bahwa ia pun bisa meraih kesuksesan seperti orang-orang yang berpendidikan tinggi lainnya. Dan tentu saja, hal ini dapat ia buktikan melalui kejayaannya sekarang.

Namun, pendidikan masih menjadi salah satu mimpinya yang tertunda. Setelah berhasil mewujudkan keinginannya untuk memperbesar Facebook, Mark Zuckerberg kembali ke kampus untuk memperoleh pendidikan. Bagaimanapun, pendidikan merupakan kewajiban utamanya yang juga harus dipenuhi. Mark Zuckerberg tidak bisa memungkiri bahwa ia pun membutuhkan sebuah gelar pendidikan dari instansi formal. Ia berhasil diwisuda setelah 12 tahun keluar dari Harvard.

3. Menjadi Orang Terkaya Nomor 5 Namun Tetap Berpegang Pada Kesederhanaan

Tidak diragukan lagi jumlah kekayaan Mark Zuckerberg, namun harta yang demikian melimpah tidak menjadikannya orang yang bergaya hidup mewah dan memamerkan hartanya. Bersama keluarga kecilnya, yaitu sang istri dan dua anaknya, Mark Zuckerberg menempati sebuah rumah sederhana.

Mark Zuckerberg mengatakan bahwa dalam kesederhanaan, ia dan keluarganya lebih bisa menikmati hidup. Hal yang paling penting baginya adalah kenyamanan dan keamanan tempat tinggalnya. Di samping itu, dengan rumah yang sederhana, sangat memungkinkan untuk menghemat dalam semua biaya yang harus dikeluarkan untuk rumah termasuk biaya kepemilikan dan biaya perawatan.

Kesederhanaan ini juga ditunjukkan Mark Zuckerberg dalam kesehariannya. Di manapun ia berada dan dalam kondisi apapun yang ia hadiri, Mark Zuckerberg selalu mengenakan kaos yang sama, yaitu kaos lengan pendek yang berwarna abu-abu. Kaos ini biasanya dipadukan dengan celana jeans dan sepatu kets. Kaos lengan pendek warna abu-abu ini lama kelamaan menjadi ciri khas Mark Zuckerberg. Dia berfikir bahwa lebih bermanfaat untuk memikirkan hal-hal positif yang lain dari pada sekedar mengurusi pakaian atau tentang cara berpakaian. Sungguh sebuah pemikiran yang unik bukan?

Begitu pula dengan mobil yang ia kendarai. Dengan penghasilan yang sefantastis itu, Mark Zuckerberg bisa dikatakan cukup mampu untuk membeli mobil paling mewah sekalipun. Namun pilihannya tetap jatuh pada mobil yang sederhana namun tetap nyaman dan aman untuk dikendarai yaitu sebuah Acura TSX warna hitam.

4. Mark Zuckerberg Menyebut Dirinya Atheis

Mark Zuckerberg lahir dari keluarga yang beragama Yahudi. Ayah dan ibunya memeluk agama tersebut. Namun sejauh ini, Mark Zuckerberg mengklaim bahwa dirinya seorang Atheis. Atheis yaitu suatu keyakinan bahwa ia tidak mempercayai adanya Tuhan atau Dewa-dewa seperti yang diyakini dalam sebuah agama. Namun di samping itu semua, apapun keyakinan yang ia miliki, masih banyak hal lain dalam diri Mark Zuckerberg yang lebih bisa bermanfaat dan untuk kita ambil hikmahnya yaitu seperti keuletan dan keteguhannya dalam melakukan sebuah usaha.

5. Memiliki Keluarga Bahagia

Mark Zuckerberg menikah dengan kekasihnya yang sudah dikenal sejak ia berada di Harvard University. Dengan Priscilla Chan, Mark Zuckerberg menemukan kebahagiaan yang lain yaitu dalam bentuk sebuah keluarga. Istrinya ini bahkan telah mendukung aktivitas Mark Zuckerberg sejak awal kemunculan Facebook yaitu dengan menjadi orang pertama yang bergabung bersama Facebook. Mark Zuckerberg terbilang lelaki dan suami yang setia karena ia terlihat sangat mencintai dan mengasihi pasangannya.

Pernikahan mereka juga digelar sangat sederhana yaitu tanpa pesta atau resepsi yang mewah. Sekali lagi, Mark Zuckerberg berpikiran bahwa kemewahan hanyalah membuang-buang uang dengan percuma, dimana uang tersebut bisa dipergunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

6. Mark Zuckerberg merupakan orang yang dermawan

Menjadi orang yang kaya raya, tidak menjadikan Mark Zuckerberg menjadi tinggi hati dan sombong. Sejak kecil, ia telah dididik menjadi orang yang dermawan dan suka menolong. Hal ini menjadi karakter hingga Mark Zuckerberg berusia dewasa. Bahkan Mark Zuckerberg dan istrinya berencana untuk menyumbangkan saham Facebook dengan cuma-cuma.

Itulah ulasan singkat mengenai perjalanan hidup Mark Zuckerberg beserta semua sedikit informasi mengenai sosok sederhana ini. Dari kisah diatas, ada dua hal yang dapat disimpulkan yaitu pertama bahwa mimpi itu harus dikejar dan ditekuni. Seberapa pun lelahnya kita dalam menghadapi segala macam rintangan, sebuah kesuksesan adalah harga yang akan didapatkan dari keteguhan mengejar mimpi. Dan yang kedua bahwa sederhana bukan menjalani hidup dalam kekurangan, namun kesederhanaan sesungguhnya merupakan cerminan bagaimana seseorang memandang hidup dan memaknainya dengan simple termasuk bagaimana memanfaatkan harta atau kekayaan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Kisah Mark Zuckerberg, Sebuah Pelajaran Tentang Mimpi Dan Kesederhanaan Kisah Mark Zuckerberg, Sebuah Pelajaran Tentang Mimpi Dan Kesederhanaan Reviewed by Yunar Winardi on May 09, 2019 Rating: 5

No comments:

Komentar di moderasi, silahkan login menggunakan account Google anda untuk berkomentar, komentar dari user unknown tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Powered by Blogger.